Entri Populer

Jumat, 01 Oktober 2010

Waiting 4 the bright day

Look at the light
Tatkala cahaya itu ada
Kau selalu menemani ku sepanjang waktu
Bahagia bersama ditemani gelak tawa
Namun ketika cahaya tertutupi oleh kegelapan
Kau hengkang tak tahan gulita
Termangu sendiri disini
Tak mengira jika kau gentar terhadap kelam
Wahai kawan…
Ingatlah sejarah manusia
Kadang diliputi cahaya tapi terkadang kelam
Mereka silih berganti sebagai hukum alam
Yakinlah kegelepan perlahan akan memudar seiring habisnya malam
Diganti cahaya benderang laksana ketika siang
Tapi janganlah lupa semua akan nyata
Jika kau sanggup mengalahkan gulita


Dedicated: 4 my lovely friend^,^

Kamis, 30 September 2010

Si “gebleg” yang benar2 gebleg....

Kawah Putih

Sebagai seorang sahabat sejati, tidak tega rasanya melihat ia selalu bermuram durja…
Sampai kapan ia akan selalu begini…???
Fuh, author benar2 bingung dan kasihan.
Siapa yang harus disalahkan?
Siapa yang harus disesali dalam hal ini?
Hiks, sedih menyaksikan seorang kawan yang menderita ditinggal cinta (mungkin untuk hal ini soundtrack yang cocok pachelbel, sebuah instrument klasik, dentingan piano yang sangat mengiba)
Disela pengetikan kisah ini, ia terus bercerita,….
berusaha mengingat setiap detail kejadian masa lalu yang melangit. Author hanya bisa mendengar, sekali-sekali melirik ke wajah nya yang menunjukkan air muka putus asa. Setelah mengamati wajahnya, author kembali tertegun ke layar laptop sedang berfikir apa selanjutnya yang harus ditulis.
Soundtrack kali ini berpindah ke “my immortal”, hingga ruangan kecil itu pun benar2 ikut merasa berkabung pasca kejadian NAAS.
Tidakkah ada lagi embun pagi yang sejuk membasuh luka itu?
Seolah-olah tak percaya bahwa semua telah usai, bahwa ia telah terbangun dari mimpi indah, bahwa kejadian melangit telah ambruk jatuh ke bumi, hingga kenyataan manis telah berubah pahit….
Ah….sahabat ku benar2 gila, kenapa masih saja ia tidak percaya dengan fakta pahit itu!!!
Di hati dan pikirannya masih saja dipenuhi bunga masa lalu yang rasanya tak mungkin kembali.
Wajarlah kiranya jika author menyebut sahabat sebagai orang yang “GEBLEG”. Si gebleg yang benar2 gebleg dalam dunia percintaan, si gebleg yang terlalu shock dengan kenyataan pahit di depan matanya, si gebleg yang terbilang stiil green in loving, si gebleg yang….ah….kasihah jika menghina kebodohan sahabatku trus-((.
Ingin saja rasanya author berinisiatif memberi kabar lakon tentang kondisi sahabatku. Tapi rasanya nasi sudah jadi bubur.
Tentunya author harus bersikap hati-hati dan menganalisa setiap tindakan dan kemungkinan konsekwensi yang akan muncul.
Author mengklik winamp dan mengganti soundtrack berikutnya dengan Every day I love you-Boyzone. Demi mendengar alunan tersebut tanpa sadar butiran hangat mengalir di pipi nya yang terlihat memerah.
Perlahan mulutnya bergumam, mengatakan bahwa ini adalah salah satu soundtrack kenangan ketika ia menulis “love letter” yang ditujukan kepada lakon.